Senin, 21 Januari 2019

TIPS BAGI IBU UNTUK MENGELOLA KEUANGAN RUMAH TANGGA

Banyak cukup sedikit habis 

Sering kita mendengar  pepatah Wanita tiang Negara baik wanitanya maka akan baik juga negaranya.  Di balik keberhasilan seorang laki-laki ada perempuan hebat di sampingnya, banyak sekali ungkapan-ungkapan yang mengangkat derajat seorang wanita, apalagi saat ini isu gender semakin marak, sehingga kehebatan seorang wanita memang betul-betul diangkat dan bisa  kita lihat dimana-mana. 

Kita tidak akan bahas tentang begitu banyak kehebatan wanita , Tapi disini kita hanya akan membahas tentang peran wanita yang sesungguhnya maaf bukan maksud menyudutkan posisi kita wanita atau bukan juga saya tidak resfonsif terhadap isu gender akan tetapi tidak dapat kita pungikiri bahwa kita seorang wanita tidak dapat lepas dari peran sebagai seorang istri dan ratu didalam kehidupan rumah tangga kita untuk itu kali ini saya akan berbagi tip buat kita semua para ibu bagaimna sebaiknya seorang  istri atau ibu dalam mengelolah keuangan  di rumah tangganya, karena keberhasilan  suatu rumah tangga sangat dipengaruhi dari peran seorang istri .

Setiap orang memiliki naluri untuk bertahan hidup setiap orang sadar bahwa mereka harus bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Setiap orang harus berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya seperti itulah kita hidup. Dan sebagai seorang istri harus memikirkan bagaimana keberlangsungan kehidupan rumah tangganya, sebuah upaya  merencanaan dan melakukan pengelolaan keuangan dalam rumah tangga , dapat membantu seseorang mengatur hidupnya dan keluarganya agar dapat keluar dari jerat “ tutup lobang gali lobang “.

Dan yang paling penting penegasan yang perlu diperhatikan bukanlah “bagaimana cara melakukannya” saja melainkan “apakah ada kemauan untuk melaksanakannya”. Bagaimana baiknya cara tersebut tidak akan ada artinya kalau hanya sekedar teori kosong yang tidak pernah diterapkan. Nah apa saja sebaiknya yang kita lakukan dalam upaya mengelola keuangan dalam kehidupan rumah tangga kita mungkin tips yang saya bagikan ini bisa membantu, ada beberapa unsur yang harus dilakukan dalam mengelola keuangan rumah tangga diantaranya

Memetakan Pendapatan Keluarga
Pertama sekali yang harus di fahami oleh kita adalah tentang pendapatan dalam keluarga, menghitung pendapatan keluarga bukanlah hal yang mudah apalagi jika pendapatan keluarga kita tidak tetap (tidak punya penghasilan tetap dalam setiap bulannya) misalnya buruh harian, pedagang atau petani, untuk ini kita harus betul-betul bisa memetakan berapa sesungguhnya yang merupakan pendapatan, jangan sampai modal usaha terganggu dengan pendapatan hal ini bisa mengakibatkan bangkrut.

Dalam menghitung pendapatan harus di keluarkan terlebih dahulu modal usaha bagi yang punya usaha jika pegawai swasta atau pegawai negeri maka tidak menjadi masalah pendapatan bisa dengan mudah di ketahui. Apabila jumlah pendapatan sudah di ketahui akan menjadi dasar utama untuk langkah selanjutnya (menyusun rencana pengeluaran) Selain itu juga perlu diperhatikan sumber pendapatan, sumber pendapatan utama tentunya dari ayah, tapi sekarang sudah banyak ibu yang membantu keuangan rumah tangga, bahkan ada juga anak, tinggal bagaimana memang sumber pendapatan ini bisa di kelola dengan baik dan dalam kendali yang pas ini juga sangat menentukan. Yang pasti pendapatan keluarga pada akhirnya harus dapat dikalkulasikan menjadi pendapatan bulanan.

Pencatatan Realisasi Pendapatan dan pengeluaran
Melakukan pencatatan sangatlah penting dalam ilmu ekonomi ada pembukuan dimana ada kredit ada debet, ada pemasukkan ada pengeluaran dengan melakukan pencatatan kita tau betul berapa pemasukkan keuangan dalam rumah tangga kita sehingga kita juga bisa melakukan pengontrolan dalam pengeluaran, pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan atau pendapatan. Dengan kondisi keuangan yang ada seorang istri harus mampu menyusun kebutuhan rumah tangganya sesuai dengan kondisi untuk itu maka dalam pengelolaan keuangan sangat penting adanya rencana pengeluaran setelah kita memiliki pendapatan keluarga.  perlu di perhatikan jangan sampai rencana pengeluaran lebih besar dari pendapatan, proses pencatatan akan dapat mengontrol pengeluaran dengan berpatokan dari rencana pengeluaran, jika terjadi pengeluaran di luar rencana maka harus diperhatikan betul post mana nanti yang akan di kurangi dari rencana yang telah disusun. Dalam penyusunan rencana keuangan maka sangat di utamakan kita mendahulukan kebutuhan pokok sehari-hari (makan: beras, lauk pauk dll), lalu kebutuhan bulanan Listrik, Pam, telpon, uang sekolah anak, biaya bensin kendaraan dll) baru kemudian kebutuhan tambahan, jadi dalam menyusun rencana kita harus mematok mana yang harus dan mana yang bisa batal atau hanya kebutuhan tambahan.

Menabung (Pandangan dan sikap yang tepat tentang tabungan)
Menabung, ini sangatla penting seseorang tentunya ingin hidupnya semakin hari semakin baik tidak stagnan, sudah menjadi sifat manusia jika punya 1 ingin 2, punya ini ingin itu, perlu diingat “sesungguhnya Allah mencukupi kebutuhan setiap hambanya untuk hidup akan tetapi bukan untuk gaya hidup” jadi sesungguhnya hidup kita sudah di jamin oleh Allah untuk masing-masing kita, jika kita masih merasa kekurangan maka sesungguhnya itu adalah kebutuhan kita dalam memenuhi gaya hidup, tidak salah juga kita punya keinginan dan Allah mendukung itu asalkan dengan cara-cara yang di redoi Allah, tidak akan berubah nasib suatu kaum jika tidak berusaha sering kita dengar kalimat itu bukan? Nah sesungguhnya jika kita ingin berubah maka kita harus berusaha, salah satu usaha kita adalah dengan menabung. Menabung bukan hanya untuk perbaikan di masa depan tapi kita juga butuh persiapan untuk hal-hal yang tidak kita duga misalnya untuk biaya berobat jika tiba-tiba jatuh sakit, untuk biaya kebutuhan bisnis jika tiba2 di butuhkan modal mendesak, untuk anak sekolah dan lain-lain.

Ada pandangan yang salah tentang komitment menabung, selama ini di masyarakat kebiasaan yang berlaku rumus menabung adalah :
Pendapatan – Pengeluanan  = menabung
Ini yang biasa dilakukan, jika ini dilakukan maka control yang tidak baik dalam pengeluaran akan berakibat batalnya menabung, karena sudah merupakan hal yang lazim kita lihat keinginan tidak berbatas sehingga selagi masih ada uang tentu masih ada keinginan untuk belanja.

Sesungguhnya rumus menabung yang benar adalah
Pendapatan – menabung = Pengeluaran
Jadi menabung itu harus di paksa, sebelum menyusun rencana pengeluanan maka pendapatan kita harus di keluarkan terlebih dahulu untuk menabung baru kemudian menyusun rencana pengeluaran yang lain, sekecil apapun pendapatan yang kita miliki sisihkan walau sedikit untuk menabung. jika ini dilakukan maka menabung akan sukses tapi ini butuh komitment dan jangan dibiasakan mengambil uang tabungan untuk hal yang tidak mendesak, hentikan pengeluaran jika postnya sudah habis. Tabungan masa depan sebaiknya memang jangan diambil, jangan membiasakan menggunakan kartu kredit atau membawa  kartu ATM yang memang untuk tabungan sebaiknya bedakan rekening tabungan dengan rekening yang memang di gunakan untuk pemenuhan kebutuhan (jika sudah terbiasa dengan ATM )

Musyawarah keluarga
Saling terbuka didalam keluarga sangatlah penting, begitu juga dalam hal mengelola keuangan, kejujuran menjadi syarat utama dalam membina keharmonisan keluarga,  dalam pengelolaan keuangan juga di butuhkan musyawarah didalam keluarga rencana pengeluaran perlu diketahui semua anggota keluaga penyepakatan-penyepakan perlu di bangun dalam banyak hal, misalnya tentang pemenuhan kebutuhan pokok, pemenuhan kebutuhan rutin, juga pemenuhan kebutuhan gaya hidup, karena akan berbeda pola pengelolaan untuk keluarga yang berpenghasilan cukup atau berlebih dengan keluarga yang berpenghasilan pas-pasan, anggota keluarga harus memahami situasi dan kondisi keluarganya, tidak menjadi masalah anak memahmi kesusahan orang tua justru akan menjadi penting untuk membentuk watak dan kepribadian anak, ayah harus jujur pada ibu, pada anak begitu juga sebaliknya, semua persoalan harus di selesaikan melalui musyawarah keluarga.

Nah kira-kira begitu tips yang bunda bagi buat semua semoga bermanfaat, untuk bagaimana menyusun rencana pengeluaran nanti akan bunda coba menuliskan pengalaman bunda yach

9 Comments

23 Januari 2019 04.28 Delete comments

saya pernah menulis pembukuan rumah tangga tapi karena riweuh urusan kain eh malah dilupakan hihihi emang bagusnya sih dicatat

Reply
avatar
18 Maret 2019 02.46 Delete comments

Wsh banyak banget tipsnya mbak, thank you

Reply
avatar
18 Maret 2019 02.50 Delete comments

Aku pernah catat pengeluaran, tapi karena keliatan minus jadi males ngelanjutinnya lagi haha.
Nanti deh kalau dah berkeluarga baru diterapkan

Reply
avatar
18 Maret 2019 20.03 Delete comments

Disiplin di mulai dari diri sendiri, gak usah menunggu udah menikah sayang jeruk jalan-jalan jangan suka menunda sesuatu yang baik hehe , keluar deh nasehat mak nya

Reply
avatar
18 Maret 2019 20.52 Delete comments

Nabung ayo semangat nabung, kayaknya memang musyawarah keluarga mengenai keuangan mesti bin harus ya

Reply
avatar
19 Maret 2019 01.13 Delete comments

Setuju sekali kalo saling terbuka bunda. Sejak menikah saya menyerahkan urusan keuangan keluarga sama istri (setelah menyisihkan utk kebutuhan pribadi), alhamdulillah saya merasa tenang karena untuk penggunaannya istri selalu izin suami dulu.

Reply
avatar
19 Maret 2019 16.53 Delete comments

Ohh,, jadi menabung itu harus dipaksa ya hahahaha. Manajemen keuangan yang baik memang biasanya menghasilkan kontrol yang baik juga.

Reply
avatar
20 Maret 2019 05.35 Delete comments

terima kasih tipsnya bun, nanti kalo saya sudah menikah mau saya praktekkan. Kalo menabung pastinya saya udah menabung, ya walaupun menabung nya gak banyak sih bun hehee

Reply
avatar
20 Maret 2019 15.49 Delete comments

Mksih ya mbak tipsnya.. Penting bgt buat ibu2 ni agar pntar dlm ngelola keuangan .

Reply
avatar